Terkejut, China Kutuk Keras Serangan Bom di Kabul!
Serangan Bom di Kabul

By Ninik Kristiani 27 Agu 2021, 21:41:14 WIB Internasional
Terkejut, China Kutuk Keras Serangan Bom di Kabul!

Gambar : Situasi di Kabul usai dilanda dua serangan bom bunuh diri yang diklaim ISIS-K (dok. AP Photo)


Novi Christiastuti - detikNews

Jumat, 27 Agu 2021 18:24 WIB

Beijing--Pemerintah China mengutuk serangan bom bunuh diri di luar bandara Kabul, Afghanistan, yang diklaim oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Khorasan atau ISIS-K. China menilai Afghanistan masih menghadapi situasi keamanan yang 'rumit dan parah' usai Amerika Serikat (AS) menarik tentaranya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (27/8/2021), dua serangan bom bunuh diri itu menewaskan 85 orang, termasuk 13 tentara AS yang mengamankan proses evakuasi di bandara tersebut. Ledakan bom terjadi di tengah kerumunan yang menunggu di gerbang bandara Kabul.

ISIS-K dalam pernyataannya mengklaim bahwa salah satu pengebom bunuh diri menargetkan 'para penerjemah dan kolaborator dengan tentara Amerika'.

Baca juga:Trump Soal Bom di Kabul: Hal Paling Memalukan Bagi AS!

Dalam tanggapannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menyatakan bahwa ledakan bom itu menunjukkan 'situasi keamanan di Afghanistan masih rumit dan parah'.

"China terkejut dan mengutuk keras ledakan itu," ucap Zhao. Dia menyatakan bahwa kementerian tidak mendapat laporan warga China yang menjadi korban.

Lebih dari 100.000 orang telah dievakuasi dari Afghanistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus lalu, dengan banyak warga Afghanistan merasa putus asa untuk melarikan diri dari negaranya demi menghindari Taliban.

Kelompok Taliban diketahui mengizinkan pasukan pimpinan AS untuk melanjutkan evakuasi, sementara mereka menyelesaikan penyusunan pemerintahan baru yang akan diumumkan setelah semua tentara AS meninggalkan Afghanistan.

Namun ISIS-K yang bermusuhan dengan Taliban, berniat memanfaatkan kekacauan di Kabul.

Zhao dalam pernyataannya menyebut China 'mengharapkan pihak-pihak terkait bisa mengambil langkah-langkah efektif demi memastikan transisi situasi yang lancar' di Afghanistan.

Otoritas China sebelumnya menyatakan siap memperdalam hubungan 'bersahabat dan kooperatif' dengan Afghanistan setelah Taliban berkuasa.

Baca juga:Turki Sudah Bicara dengan Taliban di Kabul, Bahas Apa?

Ada potensi ledakan sumber daya yang bisa didapat dari tambang tembaga dan litium Afghanistan yang luas, namun para pakar menilai situasi keamanan yang berbahaya berarti tidak mungkin terjadi serbuan komoditas langsung oleh perusahaan-perusahaan China.

China yang berbagi perbatasan sepanjang 76 kilometer dengan Afghanistan ini mengkhawatirkan negara tetangganya bisa menjadi lokasi berkembangnya separatis kelompok minoritas Muslim Uighur yang berusaha menyusup ke wilayah perbatasan Xinjiang.




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment


Principal

Pengawas Sekolah
DR. NINIK KRISTIANI, M.PD

Jejak Pendapat

Menu apakah yang paling Anda sukai dari website ini?
Koleksi video
Ruang pengumuman
Menu pada link terkait
Menu unduhan
Ruang konsultasi
Ruang berita