Pesan Letjen Dudung Jangan Fanatik sebab Semua Agama Sama bagi Tuhan
Semua Agama Sama bagi Tuhan

By Ninik Kristiani 15 Sep 2021, 07:52:05 WIB Tokoh
Pesan Letjen Dudung Jangan Fanatik sebab Semua Agama Sama bagi Tuhan

Gambar : Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman di Batalion Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021). (Dok. Penerangan Kostrad)


Tim detikcom - detikNews

Selasa, 14 Sep 2021 21:03 WIB

Jakarta--Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman memberikan pesan terkait sikap fanatisme. Dudung meminta jajarannya tak bersikap fanatik terhadap agama.

Pesan itu disampaikan Dudung saat mengunjungi Batalion Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021). Dudung mengunjungi Batalyon Zipur 9 Kostrad bersama Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Rahma Dudung Abdurachman.

Di Yon Zipur 9 Kostrad, Dudung meninjau pangkalan, baik fasilitas perkantoran, perumahan prajurit, maupun alutsista, yang dimiliki satuan Batalyon Zipur 9 Kostrad.

Dudung mulanya meminta prajurit TNI AD untuk bijak dalam bermedia sosial. Dia meminta mereka menghindari sikap fanatisme yang berlebihan terhadap agama. Sebab, menurutnya, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung, dikutip detikcom dari keterangan pers Penerangan Kostrad, Selasa (14/9).

Baca juga:Letjen Dudung: Hindari Fanatik Berlebih, Semua Agama Benar di Mata Tuhan

Minta Prajurit Profesional dan Proporsional

Dudung juga mengingatkan prajuritnya untuk selalu bersyukur atas segala kondisi, terkhusus dalam situasi pandemi COVID-19. Dudung pun meminta prajurit bersyukur soal pasangan.

"Sebagai prajurit, kita harus bersyukur dengan kondisi keluarga saat ini masih diberikan kesehatan, bersyukurlah mempunyai istri apa pun bentuknya, karena itu semua adalah pilihan kita," ucap Dudung.

Dia lalu menekankan soal profesional dan proporsional, baik dalam latihan maupun menerapkan tradisi pembinaan terhadap prajurit baru. Dudung meminta perilaku yang bersifat kekerasan dihindari oleh prajuritnya.

"Laksanakanlah pembinaan tradisi kepada prajurit yang baru masuk secara keras sesuai aturan, tetapi bukan kasar. Karena tujuan dari tradisi satuan adalah untuk membangun kebanggaan dan jiwa korsa tanpa kekerasan maupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan satuan," tegas mantan Pangdam Jaya ini.

Dudung meminta prajurit selalu menjaga kehormatan. 

Prajurit Harus Jaga Kehormatan

Terakhir, Dudung menyampaikan pesan kepada seluruh prajurit Batalion Zipur 9 Kostrad untuk selalu menjadikan tugas sebagai tujuan utama. Di samping itu, dia meminta prajurit menjaga kehormatan di mana pun bertugas dan berada.

Dalam acara ini, acara penyambutan Dudung dan rombongan diawali dengan laporan Komandan Batalyon Zeni Tempur 9 Lang Lang Bhuwana Kostrad, Letkol Czi Setiawan Nur Prakoso Utomo. Prosesi penyambutan diakhiri penanaman pohon oleh Dudung.

Baca juga:Kostrad Gelontorkan 40 Ribu Vial Vaksin untuk Warga Selama PPKM

Jangan Terprovokasi Hoax

Dudung juga pernah mengingatkan jajarannya agar cermat dalam menyikapi berita yang beredar, terutama di media sosial. Dia meminta prajurit TNI AD agar tidak mudah mengirim berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan jangan mudah terprovokasi oleh berita hoax.

Hal itu disampaikan Dudung saat memberikan pengarahan kepada prajurit jajaran Brigif PR 18 Kostrad dan Kikav 8 Kostrad yang dilaksanakan di Aula Brigif PR 18 Kostrad, Malang, pada 25 Agustus 2021.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit," ujar Dudung.

Dudung juga menekankan dalam setiap melaksanakan latihan ataupun tradisi masuk satuan harus profesional dan proporsional. Dia meminta pembinaan kepada prajurit yang baru dilakukan sesuai dengan aturan.

"Laksanakanlah pembinaan tradisi kepada prajurit yang baru masuk secara keras sesuai aturan, tetapi bukan kasar. Karena tujuan dari tradisi satuan adalah untuk membangun kebanggaan dan jiwa korsa tanpa kekerasan maupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan satuan," kata dia.

Menag sepakat dengan pesan Dudung

Menag Sepakat

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pun sepakat dengan Dudung. Yaqut mengatakan semua yang berlebihan memang tidaklah baik.

"Semua yang berlebihan kan tidak baik," kata Yaqut kepada detikcom, Selasa (14/9/2021).

Yaqut mengatakan fanatisme terhadap agama perlu diarahkan ke diri sendiri, bukan terhadap orang lain. Arah fanatisme ke dalam diri bisa menjadikan seseorang erat memegang keyakinannya. Namun fanatisme tidak perlu diarahkan untuk orang lain yang berbeda keyakinan.

Baca juga:Menag Sepakat dengan Letjen Dudung: Fanatisme Agama Berlebihan Tak Baik

"Fanatik itu seharusnya untuk diri sendiri dan lemah lembut kepada orang lain, bahkan kepada yang berbeda keyakinan. Jangan dibalik, fanatik apalagi yang berlebihan diberlakukan untuk orang lain, sementara untuk diri sendiri malah lunak," tutur Yaqut.

Yaqut juga sepakat dengan pernyataan Dudung bahwa semua agama benar. Yaqut menjelaskan semua agama benar menurut pemeluk masing-masing. Ini bukan relativisme agama, melainkan toleransi.

"Ini yang sering disalahpahami sebagai relativisme. Toleransi adalah tidak menolak apa yang tidak sama dengan yang dia yakini. Relativisme itu tidak bisa menoleransi apakah pilihan seseorang itu benar atau salah. Toleransi dan relativisme berbeda," kata Yaqut.

Pujian juga datang dari BPIP

BPIP Puji Sikap Dudung

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai sikap inklusif seperti Dudung ini perlu dimiliki pemimpin Indonesia di berbagai level.

"Pemimpin Indonesia harus seperti itu," kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo, kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Dia menilai Dudung punya sikap inklusif. Menurut Benny, istilah inklusif melampaui kata toleransi. Dalam beragama, semua warga Indonesia harus menghargai perbedaan karena warga Indonesia bersaudara.

"Dudung hanya menyatakan bahwa beragama di Indonesia harus inklusif, meski beda keyakinan, tapi kita bisa hidup bersama. Ini sejalan dengan yang selalu dikatakan Menteri Agama, yakni soal moderasi beragama di Indonesia," kata Benny.

Baca juga:BPIP: Pemimpin Indonesia Harus Punya Sikap Seperti Letjen Dudung

Semua agama punya nilai luhur. Itu harus dihormati oleh semua orang. Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa juga memuat nilai-nilai universal yang baik bagi semua orang, tidak hanya bagi sebagian orang saja.

Namun Benny menekankan pernyataan Dudung harus ditempatkan sesuai dengan konteks dia berbicara. Dudung sedang berbicara di depan prajuritnya, bukan di forum lain. Publik perlu memahami konteks ini.

"Pangkostrad ingin menegakkan kembali Satpa Marga, menggairahkan nilai-nilai keagamaan universal yang berpihak pada kemanusiaan, tidak membeda-bedakan suku dan agama, karena kita bersaudara," kata dia.




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment


Principal

Pengawas Sekolah
DR. NINIK KRISTIANI, M.PD

Jejak Pendapat

Menu apakah yang paling Anda sukai dari website ini?
Koleksi video
Ruang pengumuman
Menu pada link terkait
Menu unduhan
Ruang konsultasi
Ruang berita